Untuklirik lagu yel nyampah hasil gubahan lagu Susis ini sila lihat berikut Kepengen bersih, kepengen sehat, loh kok nyampah? Kalau tak rapi, kalau tak indah, aku takut Siapa kita? Sang pemenang Siapa kita? Sang juara Beri semangat? Jengtolet-tolet, jengtolet-tolet asyik!! Nada Lagu Doraemon 1 KBR Yogyakarta- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menyatakan yel-yel SARA yang diajarkan pembina Pramuka di Yogyakarta sebagai merendahkan keberagaman dan keberagamaan.Kata dia, "yel yel Islam no, Kafir yes" tidak baik untuk keutuhan bangsa Indonesia. Dia meminta Pemerintah Daerah memanggil guru yang bersangkutan, agar dapat diketahui tujuan dari adanya yel Yelyel ini di buat dengan sedemikian rupa. Semua pikiran, akal, waktu, nasihat, perilaku, tampang, dan keyakinan. Kita kerahkan untuk membuat yel-yel ini. Tolong hargai karya kami. KAMI PERLU DI APRESIASI !!!!! JANGAN BUNGKAM SUARA KAMI. DENGARKAN YEL-YEL INI UNTUK KITA SEMUA. 06 Aug 2022 YelYel yang membangkitkan semangat..PERKEMI SELALU DI HATI Adanyayel-yel "busuk" tidak harus membuat kita terburu-buru menggunakan parameter hukum untuk memberantas gerakan moral semacam ini. Sebaliknya bagi gerakan moral yang menggunakan yel-yel "busuk" sebagai salah satu gerakan moral dalam memainkan strategi politiknya untuk memenangkan partai-partai tertentu dalam pemilu 2004. x0AlT. Jombang, NU Online KH Hasib Abdul Wahab Tambakberas Jombang mengimbau kepada pengurus NU untuk mulai dan terus membumikan yel-yel khas yang dimiliki NU. Yel-yel tersebut salah satunya seperti "Siapa kita? NU, NKRI? harga mati, Pancasila? jaya" dan seterusnya."Yel-yel NU itu harus memasyarakat," tegas salah seorang kiai karismatik Tambakberas dalam pekan pandangan putra pendiri Nahdlatul Ulama NU Almaghfurlah KH Abdul Wahab Hasbullah ini, yel-yel ini dapat dijadikan media yang cukup mudah dan efektif bagi elemen masyarakat dalam memahami NU."Oleh karenanya masyarakat harus mengerti terhadap yel-yel ini," serta memahami NU secara gamblang lanjutnya, tidak cukup dalam waktu yang singkat. Ini lantaran usia NU yang merupakan organisasi Islam terbesar di dunia sudah cukup tua. Sejarah perjuangan dari masa ke masa juga telah dilaluinya. Masyarakat memahami NU melalui perantara yang beragam, termasuk lewat yel-yel yang selama ini biasa didengungkan pengurus NU. Tahap demi tahap dengan berbagai perantara masyarakat luas akan dapat memahami NU secara utuh. Syamsul Arifin/Muhammad Faizin

yel yel siapa kita